kegiatan wawancara
yang dilakukan Kamis (22/10/2015) untuk mengetahui latar belakang petugas
peminta sumbangan masjid jami nurul huda desa bojonggede kecamatan Bojonggede.
PAK HADI SI PEMBORONG PEKERJAAN
Pak Hadi,
seorang pria berusia 48 tahun yang memiliki beragam pekerjaan. Ia bekerja
sebagai peminta sumbangan untuk masjid Jami Nurul Huda desa Bojonggede
kecamatan Bojonggede dari pukul 05.30 pagi hingga pukul 08.30 pagi. Apakah pekerja seperti ini dibayar? “kaya
gini mah ga digaji, Cuma kan kalo dapet (sumbangan) kan di bagi 5, ya jadi 20%
lah. semua masjid mah kaya begitu. Saya udah 2 kali apa 3 kali kerja di masjid ya
kaya gini semua” ucap ia saat diwawancarai pagi itu. Dalam waktu yang singkat
itu, tidak hanya meminta sumbangan di pintu utara kereta api stasiun Bojonggede,
ia juga menyebrangi commate.”kasian
orang saya. Kasian. ini emang ga dibayar, saya Cuma sukarela aja. Daripada orang
kadang-kadang lari kan kadang saya juga yang kaget”. Setelah selesai meminta
sumbangan di pintu utara kereta api stasiun Bojonggede, ia juga bekerja sebagai
pemulung tidak jauh dari tempat tinggalnya di kp.Pulo , Bojonggede.
Dari hasil
wawancara tersebut, menurut saya apa yang sehari-hari dilakukan pak Hadi merupakan
motivasi untuk kita. Orang sepertinya berjuang untuk hidup, dan memenuhi
kebutuhan keluarganya. Bayangkan jika ia adalah ayah kita, ia berjuang sangat
keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Bahkan tanpa kita tahu
seberapa keras usahanya. Terkadang kita hanya merasa kurang dengan apa yang
diberikan olehnya tanpa kita memikirkan seberapa keras usahanya dan seberapa
lelah ia.


Komentar
Posting Komentar